Deskripsi Organisasi

Pendahuluan

Kimia bahan alam adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hakekat senyawa organik alami, baik mikromolekul seperti senyawa golongan terpenoid, flavonoid, dan alkaloid serta makromolekul seperti protein, karbohidrat, DNA, dan RNA yang berasal dari makhluk hidup (tumbuhan, hewan, serta mikroorganisme). Tidak hanya itu, kimia bahan alam pun mencakup sintesis, transformasi dan interkonversi, fungsi serta aplikasi senyawa tersebut secara luas.

Ilmu kimia bahan alam berawal dari keingintahuan manusia tentang bau, rasa, warna, dan khasiat dari tumbuhan obat. Perhatian manusia terhadap tumbuhan obat, racun dari makanan, serta bahaya dari organisme lain telah ada sejak awal peradaban manusia. Sebagai contoh, ekstrak atau sari tumbuhan dan hewan beracun telah digunakan dalam berbagai upaya manusia untuk bertahan hidup. Di Indonesia, pengobatan penyakit malaria dilakukan dengan memanfaatkan kulit kina (Chincona officinalis). Selain itu, untuk keperluan berburu, anak panah yang digunakan terlebih dahulu dilapisi oleh getah dari tumbuhan upas (Antiaris toxicaria).

Seiring perkembangan ilmu kimia bahan alam, kegunaan sumber daya hayati diikuti oleh isolasi, sintesis, ataupun transformasi dan interkonversi senyawa bioaktif serta studi mengenai mekanisme kerja obat tersebut. Asam salisilat diketahui memiliki khasiat sebagai obat pereda nyeri yang diperoleh dalam jumlah terbatas dari tumbuhan Gaultheria procumbens. Untuk memenuhi kebutuhan manusia, senyawa tersebut disintesis dalam jumlah besar diikuti transformasinya menjadi asam asetilsalisilat yang kini dikenal sebagai AspirinÒ. Selanjutnya, cara kerja obat tersebut diketahui melalui kemampuannya menghambat pembentukan prostaglandin yang terlibat pada proses inflamasi (timbulnya rasa nyeri) tersebut. Pada akhirnya, struktur kimia dari prostaglandin pun dapat pula diungkapkan.

 

Perkembangan Kimia Bahan Alam

Kimia bahan alam yang semula hanya terbatas pada isolasi senyawa utama dari suatu organisme (tumbuhan, hewan, serta mikroorganisme) mengalami pertumbuhan pesat dalam aspek penetapan struktur dan terus bergeser hingga studi biosintesis dan bioaktivitas. Penetapan struktur senyawa alam didorong oleh kemajuan istrumentasi pemisahan (kromatografi), teknik spektroskopi : inframerah (IR), ultraviolet (UV), resonansi magnetik inti (NMR), spektroskopi massa (MS), kristalografi sinar X, serta perkembangan metode sintesis.

Memasuki milenium ketiga, penentuan struktur serta sintesis molekul kompleks seperti penisilin, striknin, klorofil, vitamin B12, dan hemoglobin telah menjadi hal rutin. Selanjutnya, studi mekanisme interaksi senyawa alam dengan suatu ligan-reseptor biopolimer dapat mengungkap penjelasan mengenai sistem kimia kompleks yang berkaitan dengan pengobatan dan biosintesis senyawa alam yang telah diketahui sebelumnya.

 

Sejarah Kimia Bahan Alam Indonesia

Saat ini, ilmu kimia bahan alam merupakan cabang ilmu kimia yang berkembang paling cepat. Suatu catatan penting dalam sejarah kimia bahan alam Indonesia ialah dicetuskannya gagasan mengenai kerjasama regional untuk perkembangan kimia bahan alam di Asia Tenggara pada tahun 1971. Selanjutnya, gagasan ini ditanggapi secara positif dan ditindaklanjuti kemudian oleh UNESCO melalui pertemuan Tokyo (1974) melalui didirikannya Jalinan Regional Asia Tenggara untuk kimia bahan alam pada tahun 1975. Momen tersebut selanjutnya diikuti oleh terbentuknya Jalinan Nasional Kimia Bahan Alam Indonesia pada tahun 1977.

Peristiwa bersejarah lain yang berkaitan dengan perkembangan kimia bahan alam di Indonesia adalah diselenggarakannya seminar kimia bahan alam pertama bertaraf regional di Bandung pada tahun 1981 dan terus diselenggarakan semiran lain bertaraf nasional, regional, dan internasional di berbagai kota di Indonesia. Kegiatan pertemuan ilmiah tersebut mencapai puncaknya dengan terselenggaranya “6th Asian Symposium on Medicinal Plants and Spices (ASOMPS) 1989“ di Bandung dan seminar internasional mengenai tumbuhan hutan tropika di Bukittinggi (1992) dan Padang (1996).

Pada bulan Nopember 1999 diadakan pertemuan ilmuan kimia bahan alam Indonesia. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan akrab ini melahirkan Himpunan Kimia Bahan Alam Indonesia (HKBAI) yang merupakan himpunan ilmiah pertama di Indonesia bagi ilmuwan Indonesia yang memiliki perhatian pada ilmu kimia sumber alam hayati.